Pages

Jumat, 18 April 2014

Masih Tentang Waktu

Setidaknya aku pernah mencoba mengalahkan waktu. Menutup mata untuk pandangan yang menyakitkan. Menutup telinga untuk bisik bisikkan penipis harapan. Cukuplah. Banyak yang meninggalkan bekas. Tak sedikit juga menitip pesan untuk jadi lebih baik. Sementara semua berjalan dalam proses berlalu, bersukalah sebenarnya untuk hal yang baru. Mungkin terlalu menutup mata, hingga kupikir menyedihkan. Namun ternyata tidak. Ketika angin timur berlalu, angin barat mencoba menutupi kekosongan. Ada satu bagian yang harus kubagikan. Bahwa dalam waktu kita belajar untuk mengerti ada satu hal yang tak bisa ditemukan walau waktu berjalan cukup lama. Entah dia bersembunyi dalam sadar, atau berpura-pura diam, bahkan mungkin memang tidak sadar. Seandainya waktu tidak berputar, maka  tak ada makna. aku bersyukur menikmati waktu karena itu.

Sabtu, 29 Maret 2014

Sesuatu Yang Sulit Dimengerti

   Entah mengapa, "hal ini" membuat jarak terasa semakin jauh. 
Walau terlihat hanya sejangkauan jari saja semuanya terlihat seperti terpisah dua jurang. 
Setelah itu terjadi , lembaran yang berusaha kututup terpaksa terbuka lebar. 
Huh, sakitnyah. Hanya saja mencoba menekan bukan cara yang tepat.
 Memikirkan terus saja setelah kejadian itu. 
Begitu sulit rupanya mengartikan segalanya itu adalah positif. 
Setiap harapan yang kubangun kembali, malah semakin menjatuhkan kokohnya hatiku dahulu. seandainya tak pernah terjadi tidak akan sekacau ini.
 Mencoba mengartikan itu tak kebetulan adalah baik. 
Namun mengabaikannya adalah sesuatu yang harusnya kulakukan namun tak bisa. 
Tetap ditempat ! mungkin seperti itu. tidak ada yang berubah.
 tetap diam untuk mengartikan bahwa semuanya sama.
 seperti dahulu ketika pertama tumbuh. 
dan saat sekarang ketika semuanya berlalu begitu lama.
Memikirkan hal itu membuat logika buntu dan harus membuatku memutar balikkan otak untuk mengatakan tidak. Hnya saja tanpa kusadari hal itu tampaknya bertumbuh beriringan dengan waktu. Semakin dalam  lalu berakar dan sulit tuk kucabut lagi. huh lelahnya. 
yang kupertanyakan sekarang mengapa suasana seperti asing. di dunia yang berbeda. smentara sekat yang hanya serendah dada, tampak seperti setinggi rambut kepala. 
bahkan menggaris coretan kecil dibibir hanya bayangan yang tampak mustahil terjadi. ini hal yang tak ingin kurasakan. tak pernah terpikirkan serumit ini. bahkan menyesakkan dada seperti ini.

Jumat, 14 Maret 2014

Jika 'Rubik'

Jika ini sebuah rubik, maka aku adalah pemain pemula. satu kali mencoba untuk mengutak-atik. Tak ada warna sepadan yang terbentuk. aku mencoba keras melakukannya hingga akhir, dan yang terjadi hanya satu sisi yang selesai dgn warna yang sama. menyeimbangkan semuanya terasa begitu sulit. Satu sisi aku berkata itu mudah, namun sayangnya sulit melihat fakta. aku memang pemain yang berbeda dengan yang lain. punya cara sendiri menempuh proses. ketika setiap hal butuh tangisan aku hanya tetap tegar menyelesaikan rubik. kebahagiaan dari satu sisi yang selesai itu adalah jalan ku kembali ketika yang lain tidak akan pernah membiarkanku menyelesaikannya. memang tidak smua harus berjalan mulus. bahkan ketika kuinginkan ini, banyak hal lain yang justru terjadi. sehingga aku memutar mutar rubik itu untuk mencari jalan keluar nmun tampaknya tak bisa.
kali ini kubiarkan seperti itu saja. aku dapat tersenyum menikmati satu warna pada satu sisi itu. memaksanya untuk jadi bukan seperti sulap. memandanginha sambil bungkam kupikir cara terbaik. karena tidak semua warna dapat kusentuh. bahkan untuk bahagia bersamapun aku dibatasi tembok. smpai kapan pun kupikir keadaan rubikku kan tetap sama.

Kamis, 27 Februari 2014

Saat Ketika Hari Berakhir

Suatu saat ketika hari berakhir. Adakah sesuatu yang mesti tersampaikan. Masing-masing punya waktu. Walau memikirkan hal itu begitu duka, aku satu diantara semua ciptaan tidak ingin pergi tanpa meninggalkan senyum di wajah mereka. Satu waktu yang berhenti. Tak ada lagi yang dapat tersentuh. Maka meninggalkan jejak tulisan adalah tepat.
Hidup dalam panggilan. Tujuan hidup untukNya. Walau setiap orang tahu mereka akan mati, tetapi manusia seolah hidup tak akan pernah mati.
Aku beruntung. Terpilih untuk mengenalNya. Juruselamat.
Bagaimana dunia setelah ini?
Ketika rasa sakit raga menjalar mencekik leher, mematikan aliran darah, dan menghentikan kerja seluruh organ. Seketika mungkin dunia gelapkah? Atau bercahaya seperti imajinasiku?
Tersadar dunia hanya kekaburan semata. Sebuah lingkaran yang dipenuhi tawa banyak makna, dipenuhi tangis penuh arti, hanya seperti miniatur sebelum menuju kehidupan kekal.
Suatu hari ketika kamu, aku, dan dia pergi , tak ada lagi cara untuk menceritakan jalan kebenaran itu.
Maka percaya adalah jalan. Dan iman padaNya seperti pegangan tangan yang membawa terus menuju tempat terakhir itu.

Senin, 24 Februari 2014

Sekilas Tentang Penantian

Karena waktu tidak akan pernah kembali, maka melupakan sesuatu yang berharga butuh sebuah keyakinan. Aku pernah menghabiskan waktu yang lama untuk menanti sesuatu. aku tahu tidak ada yang sia-sia. walau terlihat tanpa hasil, prosesnya membentukku luar biasa. setiap pilihan hidup memang tak akan semuanya mulus. Tetapi, setiap hal adalah pelajaran. Mengakhiri untuk mengunci diri dalam ruang gelap seperti mengiyakan terang datang mengetuk. ketika sesuatu yang dinanti itu memang tidak berjalan dijalanku, semuanya pada diriku akan tampak baik-baik saja. sesuatu itu dulu segalanya, tetapi sekarang tidak. aku bersyukur melakukan itu. bahkan bintang punya saat untuk redup dan berhenti berpijar, maka penantianpun mengerti waktu sudah bgitu larut. sesuatu yang disebut logika mengajarkan sesuatu. karena perasaan terkadang membodohi. walau hati adalah yang utama tapi untuk bagian ini peraturan itu dikaburkan. selama hal yang baru masih sanggup untuk mengetuk, mengapa tak dibukakan saja? untuk apa menahan kunci jika pada akhirnya akan berkarat dan tidak akan pernah menemukan kata buka. jadi, lebih baik berhenti terperangkap masa lalu, sebelum masa lalu menjerumuskankh terlalu dalam hingga tak dapat menemui jalan keluar. banyak jalan! bahkan daun kering punya pengganti di dahan yang sama. jadi sesuatu itu meninggalkan dahan, akan ada sesuatu baru yang akan tumbuh. Percaya keyakinanku sudah tepat!