Pages

Rabu, 14 Mei 2014

We Are Young

     Terkadang banyak hal yang terjadi tanpa kau sadari menyisakan pelajaran yang mengubah hati dan pikiran. Saya berada di atas perjalanan usia muda. Masa yang dikenal penuh langkah juang. Saya berpikir haruskah menikmati masa muda dengan bersenang-senang seperti kebanyakannya. Tak perduli dunia mereka sedang mempopularitaskan film, jika tak menarik bagi duniaku tidak berat untuk saya berbalik belakang dengan persepsi yang jauh berbeda. 
      Banyak hal yang menuntut kita membuat jalan yang berbeda dari yang lain. Karena sadarilah ini hidupmu, bukan hidupnya atau hidup mereka. Tak perduli beribu tempat yang disebut modern, aku punya dunia sendiri. Ada waktu untuk bagian itu, dan  begitu besar waktu yang butuh pengorbanan agar perjuangan mencapai hasil. Seperti tali yang kau ikatkan pada satu titik tanpa melanjutkannya mengikat pada titik yang satunya maka itu belum selesai. Bahkan jika pertengahan bukankah kita harus menghargai sesuatu yang terkadang menarik tangis itu. 
          Sepanjang hal itu terjadi di hidupku banyak kegagalan yang terjadi. setidaknya tidak saya anggap sebagai hambatan. sejauh ini saya masih belum ingin berhenti melihat dunia dengan kacamata mimpi. Saya punya mimpi, dan tak tahu apakah di usia tua saya masih bisa merenungkan mimpi maka dari itu kuhabiskan masa mudaku untuk merajut asa lalu menggunakan pemberian Tuhan untuk memuliakanNya dalam proses menempuh mimpi itu.  Walau kadang kekecewaan, ada pikiran yang menyadari banyak hal yang saya lewati tidak seperti kelenggangan mereka, tapi saya tahu ini pilihanku. maka yang bergerak dan berjuang adalah saya.

Mazmur 119:9 
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Amsal 17:22 
"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."

Jumat, 18 April 2014

Masih Tentang Waktu

Setidaknya aku pernah mencoba mengalahkan waktu. Menutup mata untuk pandangan yang menyakitkan. Menutup telinga untuk bisik bisikkan penipis harapan. Cukuplah. Banyak yang meninggalkan bekas. Tak sedikit juga menitip pesan untuk jadi lebih baik. Sementara semua berjalan dalam proses berlalu, bersukalah sebenarnya untuk hal yang baru. Mungkin terlalu menutup mata, hingga kupikir menyedihkan. Namun ternyata tidak. Ketika angin timur berlalu, angin barat mencoba menutupi kekosongan. Ada satu bagian yang harus kubagikan. Bahwa dalam waktu kita belajar untuk mengerti ada satu hal yang tak bisa ditemukan walau waktu berjalan cukup lama. Entah dia bersembunyi dalam sadar, atau berpura-pura diam, bahkan mungkin memang tidak sadar. Seandainya waktu tidak berputar, maka  tak ada makna. aku bersyukur menikmati waktu karena itu.

Sabtu, 29 Maret 2014

Sesuatu Yang Sulit Dimengerti

   Entah mengapa, "hal ini" membuat jarak terasa semakin jauh. 
Walau terlihat hanya sejangkauan jari saja semuanya terlihat seperti terpisah dua jurang. 
Setelah itu terjadi , lembaran yang berusaha kututup terpaksa terbuka lebar. 
Huh, sakitnyah. Hanya saja mencoba menekan bukan cara yang tepat.
 Memikirkan terus saja setelah kejadian itu. 
Begitu sulit rupanya mengartikan segalanya itu adalah positif. 
Setiap harapan yang kubangun kembali, malah semakin menjatuhkan kokohnya hatiku dahulu. seandainya tak pernah terjadi tidak akan sekacau ini.
 Mencoba mengartikan itu tak kebetulan adalah baik. 
Namun mengabaikannya adalah sesuatu yang harusnya kulakukan namun tak bisa. 
Tetap ditempat ! mungkin seperti itu. tidak ada yang berubah.
 tetap diam untuk mengartikan bahwa semuanya sama.
 seperti dahulu ketika pertama tumbuh. 
dan saat sekarang ketika semuanya berlalu begitu lama.
Memikirkan hal itu membuat logika buntu dan harus membuatku memutar balikkan otak untuk mengatakan tidak. Hnya saja tanpa kusadari hal itu tampaknya bertumbuh beriringan dengan waktu. Semakin dalam  lalu berakar dan sulit tuk kucabut lagi. huh lelahnya. 
yang kupertanyakan sekarang mengapa suasana seperti asing. di dunia yang berbeda. smentara sekat yang hanya serendah dada, tampak seperti setinggi rambut kepala. 
bahkan menggaris coretan kecil dibibir hanya bayangan yang tampak mustahil terjadi. ini hal yang tak ingin kurasakan. tak pernah terpikirkan serumit ini. bahkan menyesakkan dada seperti ini.

Jumat, 14 Maret 2014

Jika 'Rubik'

Jika ini sebuah rubik, maka aku adalah pemain pemula. satu kali mencoba untuk mengutak-atik. Tak ada warna sepadan yang terbentuk. aku mencoba keras melakukannya hingga akhir, dan yang terjadi hanya satu sisi yang selesai dgn warna yang sama. menyeimbangkan semuanya terasa begitu sulit. Satu sisi aku berkata itu mudah, namun sayangnya sulit melihat fakta. aku memang pemain yang berbeda dengan yang lain. punya cara sendiri menempuh proses. ketika setiap hal butuh tangisan aku hanya tetap tegar menyelesaikan rubik. kebahagiaan dari satu sisi yang selesai itu adalah jalan ku kembali ketika yang lain tidak akan pernah membiarkanku menyelesaikannya. memang tidak smua harus berjalan mulus. bahkan ketika kuinginkan ini, banyak hal lain yang justru terjadi. sehingga aku memutar mutar rubik itu untuk mencari jalan keluar nmun tampaknya tak bisa.
kali ini kubiarkan seperti itu saja. aku dapat tersenyum menikmati satu warna pada satu sisi itu. memaksanya untuk jadi bukan seperti sulap. memandanginha sambil bungkam kupikir cara terbaik. karena tidak semua warna dapat kusentuh. bahkan untuk bahagia bersamapun aku dibatasi tembok. smpai kapan pun kupikir keadaan rubikku kan tetap sama.

Kamis, 27 Februari 2014

Saat Ketika Hari Berakhir

Suatu saat ketika hari berakhir. Adakah sesuatu yang mesti tersampaikan. Masing-masing punya waktu. Walau memikirkan hal itu begitu duka, aku satu diantara semua ciptaan tidak ingin pergi tanpa meninggalkan senyum di wajah mereka. Satu waktu yang berhenti. Tak ada lagi yang dapat tersentuh. Maka meninggalkan jejak tulisan adalah tepat.
Hidup dalam panggilan. Tujuan hidup untukNya. Walau setiap orang tahu mereka akan mati, tetapi manusia seolah hidup tak akan pernah mati.
Aku beruntung. Terpilih untuk mengenalNya. Juruselamat.
Bagaimana dunia setelah ini?
Ketika rasa sakit raga menjalar mencekik leher, mematikan aliran darah, dan menghentikan kerja seluruh organ. Seketika mungkin dunia gelapkah? Atau bercahaya seperti imajinasiku?
Tersadar dunia hanya kekaburan semata. Sebuah lingkaran yang dipenuhi tawa banyak makna, dipenuhi tangis penuh arti, hanya seperti miniatur sebelum menuju kehidupan kekal.
Suatu hari ketika kamu, aku, dan dia pergi , tak ada lagi cara untuk menceritakan jalan kebenaran itu.
Maka percaya adalah jalan. Dan iman padaNya seperti pegangan tangan yang membawa terus menuju tempat terakhir itu.